Saturday, July 7, 2012

Keita Tinggalkan Barcelona


BARCELONA, KOMPAS.com - Gelandang Seydou Keita akhirnya meninggalkan Barcelona, setelah empat tahun berada di Camp Nou. Namun, belum diketahui ia akan pindah ke klub mana.

"Malam ini Seydou Keita telah mengumumkan tak akan meneruskan karier (di Barecelona) pada musim depan," demikian pernyataan barcelona di situs resminya, www.fcbarcelona.com.

Selama membela Barcelona, Keita ikut membantu klub itu mearih 14 trofi. Dia merasakan tiga gelar Liga BBVA, dua gelar Liga Champions, dan dua gelar Copa del Rey, juga gelar-gelar minor lainnya.

"Barcelona berterima kasih atas kontribusinya selama beberapa tahun ini dan berharap ia akan meraih sukses secara profesional maupun personal," demikian lanjut pernyataan klub.

Keita masuk ke Barcelona bersamaan diangkatnya Pep Guardiola sebagai pelatih. Guardiola sering menggunakannya sebagai pemain cadangan eksklusif. Hubungan keduanya juga dekat. Kepergian Guardiola dinilai sebagai faktor utama keputusan pemain asal Mali ini memilih pergi.

Sebenarnya, kontrak Keita di Barcelona sampai 2014. Namun, dia boleh pergi secara bebas karena diturunkan sebagai starter kurang dari setengah musim. Sesuai klausul, ia pun punya opsi pergi dengan bebas.

Sebelumnya, Keita dihubungkan akan pindah ke klub China, Dalian Aerbin. Namun, sejauh ini belum ada tanda-tanda hal itu terwujud.


Via: Keita Tinggalkan Barcelona

"La Furia Roja" belum Puas


JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah merengkuh gelar kampiun Eropa dua kali berturut-turut, yaitu tahun 2008 dan 2012, serta Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Spanyol tak akan berhenti. Tim berjulukan La Furia Roja itu masih ingin menambah gelar pada perhelatan Piala Dunia 2014 di Brasil.

Xabi Alonso, gelandang tim nasional Spanyol, kampiun Piala Eropa 2012, dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta, Sabtu (7/7), mengatakan, tak ada yang menyangka tim berjulukan La Furia Roja bisa memenangi turnamen yang sama, dua kali berturut-turut. Ditambah satu gelar juara dunia, Spanyol telah menorehkan sejarah baru dalam sepak bola dunia.

Banyak yang meragukan kami bisa melakukannya. Memang sulit, tetapi kami menciptakan sejarah, kata Alonso.

Gelandang Spanyol yang saat ini bermain untuk klub Real Madrid itu mengatakan, dia dan rekan-rekan yang tergabung dalam tim Spanyol dalam kondisi terbaik. Bermain dengan kerekatan hubungan personal yang sangat baik antaranggota, meski bersaing ketat di liga domestik, ditambah dengan pola permainan yang mudah dipahami, menjadikan Spanyol berada dalam puncak penampilan.

Walau diakui tidak akan mudah untuk meraih gelar lain seusai Piala Eropa 2012, pesepak bola yang pernah bermain untuk klub Inggris, Liverpool, ini menyatakan, Spanyol ingin kembali mencetak sejarah pada tahun-tahun mendatang.

Pelatih Spanyol Vicente del Bosque seusai laga babak final Piala Eropa 2012 lalu mengatakan, para pemain harus bersiap untuk babak kualifikasi Piala Dunia 2014 di Brasil.

Mantan Manajer FC Barcelona Josep Guardiola dalam sesi wawancara khusus di Malaysia, dua pekan lalu, mengatakan, Amerika Selatan masih akan menjadi penantang serius bagi tim sepak bola asal benua biru, Eropa. Banyaknya talenta sepak bola di benua tersebut, ditambah dengan kualitas pelatih yang mumpuni, membuat tim sepak bola Amerika Selatan masih menjadi penantang serius Eropa pada Piala Dunia mendatang.

Tetap di Madrid
Dalam pertemuan singkat dengan puluhan wartawan, baik dari media cetak maupun elektronik Indonesia, Alonso sempat mengungkapkan kekaguman terhadap banyaknya penggemar sepak bola, terutama penggemar La Ligasebutan bagi Liga Spanyoldi Indonesia. Kedatangannya ke Jakarta untuk pertama kali juga bermaksud untuk membagi pengalaman dan ilmu dalam olahraga ini kepada anak-anak Indonesia.

Ketika ditanya sejumlah wartawan mengenai masa depannya di Los Galacticos, sebutan bagi Real Madrid, Alonso menjawab, dia nyaman dengan kondisi klub tersebut. Setelah merengkuh gelar La Liga musim 2011-2012, dia ingin membuat rekor baru bersama Madrid.

Pemecahan Rekor
Dalam kunjungan dua-tiga hari di Jakarta atas undangan perusahaan makanan Dua Kelinci itu, Alonso bersama 15.000 orang akan hadir dalam pemecahan rekor dunia mengoper bola di Lapangan Monas, Jakarta, hari ini. Bersama para pemain tim nasional Indonesia, seperti Ponaryo Astaman dan kawan-kawan, Alonso dan belasan ribu penggemar sepak bola Indonesia akan berupaya mengukir namanya di Guinness Book of World Records dalam kategori Most Consecutive Football Passes.


Via: "La Furia Roja" belum Puas

Park Ji-sung Pindah ke QPR


MANCHESTER, KOMPAS.com - Queens Park Rangers (QPR) mendapatkan gelandang Manchester United (MU), Park Ji-sung. Pemain Korea Selatan berumur 31 tahun itu ditransfer dengan nilai 5 pounds (sekitar Rp 72,8 miliar).

Park Ji-sung sudah tampil 133 kali di Premier League bersama MU. Sejak kepindahannya dari PSV Eindhoven ke MU, ia sudah mencetak 19 gol. Bersama "Setan Merah", ia ikut menjuarai empat Premier League dan satu Liga Champions.

Belum disebutkan berapa lama Park Ji-sung dikontrak QPR. Yang pasti, di QPR dia mendapat jaminan menjadi pemain inti daripada di MU.

Park mengawali karier profesionalnya di klub Jepang, Kyoto Purple Sanga. Dia tampil memukau di Piala Dunia 2002 dan kemudian dikontrak PSV Eindhoven. Ternyata, di klub Belanda itu ia juga bermain bagus hingga dibeli MU pada 2005. (BBC)


Via: Park Ji-sung Pindah ke QPR

Schumi Harapkan Balapan Basah


Silverstone - Di atas lintasan basah, Michael Schumacher menyudahi sesi kualifikasi GP Inggris Raya di posisi tiga. Tak ayal ia pun berharap hujan kembali turun dalam balapan, Minggu (8/7/2012).

Schumacher, yang tengah mengejar podium kedua secara beruntun setelah finis ketiga di Valencia, menjadi salah satu pebalap yang tampil impresif dalam lintasan basah Silverstone. Ini ia tunjukkan dalam sesi latihan bebas Jumat (6/7) dan kemudian sesi kualifikasi Sabtu (7/7).

Atas performa menawannya pada lintasan basah tersebut, pebalap Mercedes itu pun berharap agar hujan kembali turun saat balapan GP Inggris dilangsungkan.

"Saya pikir kami cukup kompetitif dalam kondisi basah, baik dengan ban basah ataupun intermediate, jadi besok hujan akan kembali diharapkan," ujarnya seperti dilansir Planet F1.

"Saya amat senang berada di posisi tiga, ini bagus untuk tim dan terimakasih kepada mereka semua," lanjut Schumi, sapaan akrabnya.




Via: Schumi Harapkan Balapan Basah

Liestiadi: Indonesia Tak Boleh Terbuai


PEKANBARU, KOMPAS.com - Asisten Pelatih tim nasional Indonesia U-22, Liestiadi, tidak ingin terbuai dengan kemenangan 2-0 atas Timor Leste dalam lanjutan kualifikasi Grup E Piala Asia U-22 di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Sabtu (7/7/2012). Pasalnya, Andik Vermansyah dan kawan-kawan masih harus menghadapi lawan berat, termasuk favorit grup Jepang.

Setelah laga melawan Timor Leste, Indonesia akan menghadapi Makau pada Selasa (10/7/2012), Jepang, Kamis (12/7/2012), dan Singapura, Minggu (15/7/2012). Jika ingin lolos Indonesia setidaknya harus meraih dua kemenangan dan satu kali imbang, dengan catatan mencetak produktivitas gol lebih banyak dari Oman (+5).

"Kita akan terus mempersiapkan laga selanjutnya dengan serius, karena lawan-lawan kita masih berat, seperti Jepang, Makau, dan Singapura. Kita akan maksimal agar mampu memenangkan sisa laga itu," ujar Liestiadi saat jumpa pers usai laga di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Sabtu (7/7/2012) malam.

Melawan Makau, skuad "Garuda Muda" memang tidak bisa menganggap remeh lawan, karena tim asuhan Leung Sui Wing itu dapat mencetak dua gol ke gawang Australia meski kalah 2-3. Sedangkan Jepang adalah favorit juara grup yang mampu mengempaskan Makau 6-0 dan Singapura 3-1.

"Kelima tim di grup ini kekuatannya merata. Makau bisa memberi perlawanan di Stadion Kaharudin (lawan Australia). Mereka bisa mencetak dua gol itu luar biasa. Kita pasti eksta-hati-hati. Tetapi, kita tidak ada cerita, kalau mau lolos, maka kita harus menang," tegas Liestiadi.

Pendapat sama pun dikemukakan bek timnas, Agung Supriyanto. Salah satu pencetak gol ke gawang Timor Leste ini mengaku akan tetap berusaha tampil maksimal di sisa laga yang akan dilakoninya agar bisa lolos ke putaran final yang rencananya akan digelar pada 2013 mendatang.

"Bagi kami semua laga itu final dan semua tim adalah lawan yang berat. Mudah-mudahan pertandingan ke depannya kami bisa meraih kemenangan dan tampil atraktif, sehingga dapat menghibur masyarakat Indonesia," kata Agung.

Kemenangan perdana melawan Timor Leste ini membawa skuad "Merah Putih" ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan tiga poin. Sedangkan Timor Leste turun ke peringkat kelima dengan poin nol.


Via: Liestiadi: Indonesia Tak Boleh Terbuai

Serena Jadi Juara Usai Atasi Radwanska


London - Serena Williams menyabet gelar juara tunggal putri di Wimbledon. Ia melakukannya setelah mengatasi perlawanan Agnieszka Radwanska dengan 6-1, 5-7, dan 6-2.

Serena, unggulan enam, dengan cepat berhasil merebut set pertama tetapi harus menghadapi perlawanan alot dari Radwanska yang merupakan unggulan tiga.

Di awal set penentu, pertarungan sempat berjalan ketat. Namun, pada akhirnya Serena berhasil memastikan kemenangan. Untuk Serena, ini merupakan titel juara Wimbledon kelima (2002, 2003, 2009, 2010, 2012). Total, ini adalah gelar Grand Slam ke-14 untuk Serena.

Serena memulai pertandingan, Sabtu (7/7/2012) malam WIB, dengan baik. Setelah memenangi gim servisnya, Serena meraih keunggulan 2-0 usai melakukan break pada gim kedua.

Setelah itu Serena terus melaju dan menambah keunggulan menjadi 3-0. Radwanska sempat memaksakan deuce di gim servis keduanya, tetapi Serena belum teredam. Serena pun unggul 4-0.

Radwanska sempat menjaga asa ketika mencuri poin dalam kedudukan 1-5 usai memaksimalkan gim servis ketiganya di set ini. Tetapi Serena kemudian merebut set pertama hanya dalam 36 menit. 6-1 untuk Serena dan hujan terlihat mulai turun.

Saat set kedua dimulai, Radwanska langsung berhasil merebut angka dari gim servisnya. Namun, Serena dengan cepat berhasil menyamakan kedudukan jadi 1-1. Serena bahkan bisa melakukan break di gim ketiga untuk berbalik unggul 2-1. Keunggulan lalu ia tambah lagi jadi 3-1.

Tak mau kalah begitu saja, Radwanska kemudian memberikan perlawanan lebih sengit. Ia berhasil menyamakan skor dalam kedudukan 4-4 usai mencatatkan break.

Radwanska bahkan kemudian berbalik memimpin 5-4 atas Serena. Tak mau lama-lama tertinggal, Serena membalas dan menyamakan kedudukan jadi 5-5.

Bak sedang mendapat angin, Radwanska kembali memimpin 6-5 dan akhirnya menutup set kedua dengan 7-5, setelah bola pengembalian Serena berakhir di net.

Di set ketiga, permainan berjalan ketat. Setelah imbang 1-1 dan 2-2, perlahan Serena mulai menjauhkan jarak dari Radwanska untuk kemudian memimpin 4-2.

Seperti ingin segera menyudahi permainan, Serena pun ngebut mendulang angka demi angka sampai akhirnya menutup set ini dengan 6-2, dan menang 6-1, 5-7, dan 6-2.





Via: Serena Jadi Juara Usai Atasi Radwanska

Hadapi Persib, Sriwijaya Tanpa Dua Pilar


PALEMBANG, KOMPAS.com - Sriwijaya FC bakal tampil tanpa dua pilarnya, Mahyadi Panggabean dan Jamie Coyne, saat menjamu Persib Bandung dalam lanjutan pertandingan Indonesia Super League di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu (11/7/2012).

"Mahyadi dan Coyne terkena akumulasi kartu kuning sehingga tidak dapat diturunkan melawan Persib. Sebagai gantinyanya, saya menyiapkan Nova Arianto, Ahmad Jufrianto, dan Septia Hadi," kata Pelatih Sriwijaya Kas Hartadi kepada Antara, Sabtu (7/7/2012).

Pria asal Solo itu tidak terlalu khawatir timnya tampil tanpa dua pemain pilar itu mengingat para pelapisnya memiliki kualitas sepadan.

"Mereka sudah biasa menggantikan," tandas Kas Hartadi.

Pada laga terakhir ISL itu, Kas menargetkan tiga poin untuk menyempurnakan gelar juara musim ini.

"Tentunya akan lebih indah jika menang pada laga terakhir nanti. Para pemain juga ingin memberikan sesuatu yang menyenangkan bagi para pendukung setia Sriwijaya," katanya.

Saat ISL masih tersisa empat laga, Sriwijaya telah memastikan gelar kampin ISL karena poinnya tak mungkin lagi dikejar rival terberat sekaligus sang jawara bertahan, Persipura Jayapura.

Setelah menyelesaikan kompetisi, "Laskar Wong Kito" dijadwalkan menjalani laga Perang Bintang melawan Tim Allstar Indonesia, 15 Juli mendatang.

"Jika menang pada pertandingan itu, dua gelar juara dapat diraih sekaligus, mengingat tidak ada Copa Indonesia musim ini," katanya.


Via: Hadapi Persib, Sriwijaya Tanpa Dua Pilar